Industri Otomotive “Produk Murah Bagus Belum Tentu Laris” Konsumen Lebih Mencari yang Aman secara 3S

bannerblogfix.gif

dscf05047926849483092168306.jpg

munivmotoblog – Artikel saya yang menulis mengenai bisnis raw model suzuki yang sam adengan xioami dalam industri smartphone mendapat banyak feedback dari pengguna internet. Feedback ini merupakan gambaran yang nyata bahwa dalam membangun kembali bisnis roda dua tanah air. Produk bagus dan valuable belum tentu menjadi direction konsumen untuk memilihnya. Apa alasan yang mendasar?

Kita bisa mencoba untuk flash back ke era tahun 2002 dimana pasar roda dua di Indonesia banyak sekali dibanjir oleh produk motor dari China. Seperti Jialing, kymco dan happy. ketiga merek ini jaman dulu sangat menyita perhatian publik karena dua hal. Pertama adalah harganya yang separo lebih murah daripada motor produksi jepang kala itu. kemudian yang kedua adalah model dan designya sama plek dengan motor motor yang diproduksi oleh brand brand jepang seperti Honda Supra, Yamaha F1ZR dan model lainya. Praktis ketiga ATPM ini penjualanya meningkat dan bahkan di desa saya waktu itu tidak sedikit yang memiliki motor motor China ini. Lambat laun kelemahan motor produksi China mulai terlihat dari kerusakan mesin dan kualitas material yang apa adanya kemudian jaringan diler, service dan spare part yang mulai gulung tikar. Praktis kepercayaan konsumen untuk memiliki motor produksi China menurun dengan sendirinya. Casenya adalah quality dan jaringan 3S.

Produk Jepang? 4 brand besar yang ada skerang seperti Honda, Yamaha, Suzuki dan Kawasaki mesih menjadi pilihan konsumen Indonesia dalam menentukan pilihan. Namun pada artikel ini kita akan fokuskan pada jaringan 3S pabrikan Suzuki. Dimana secara produk best value to performance produk produk Suzuki menjadi yang terbaik saat ini untuk kelas entry level skutik dan sport 150 cc. Namun ada pertanyaan yang mengganjal bahwa jaringan distribusinya sulit dijumpai di daerah daerah… misi yang bagus dalam menghadirkan produk yang value deal ini juga perlu didukung oleh jaringan distribusi yang bagus.

saya ingat ketika sedang ngobrol dengan salah satu owner distributor dari Brunei. Salah satu cara agar produkmu dilirik dan dibeli oleh konsumen adalah sering dilihat, sering di display dan juga jangan lupa stok di distribusi di jaga. Jangan sampai orang kesulitan mencari produk yang kamu jual, sehingga konsumen menjadi lelah dan beralih ke merek lain. apalagi ini merupakan industri otomotive yang harganya rata rata diatas 13 juta. Bahkan saya menjadi berfikiran bahwa kongsi tempat dengan Suzuki R4 menjadi salah satu alternative. tempatnya saja ya !!!! management nya beda. kayak model share lokasi di banyak industri yang lainya. Memang untuk mencapai jaringan yang luas dan juga diler dimana dimana butuh investas modal yang juga cukup tinggi. untuk menurunkan cost biaya ini maka share lokasi menjadi alternative paling win win solution ketika marketnya masih kecil. Namun perlu diingat ini Suzuki bukan merupakan brand dengan pemodalan yang kecil. Ia ada devisi roda 2 dan juga roda 4 yang menjadi satu kepemilikan. MotoGP dia sangat getol dan serius… Diler sebagai mesin uang juga perlu dipetimbangkan…

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s