Cerita Maxi Yamaha Journey Hari Pertama, Dari Air Terjun Nganjuk Ke Wisata Pantai Prigi Trenggalek

Munivmotoblog – Sabtu ini sebenarnya saya akam bertemu dengan orang sucofindo. Namun karena undangan dari Pak Iwan dari DDS Yamaja Mandiri madiun untuk.bisa join dalam agemda maxi yamaha touring dengan start dari Nganjuk menuju ke Trenggalek untuk hari pertama. Dilanjut hari keduanya daei trenggalek ke blitar dan berujung di kediri. Sooo janji yang pertama masuk maka itu yang dipilih mas broo..

ok pagi ini saya berangkat dari mojokerto ke Nganjuk dengan menggunahkan angkutan umum. Berangkat pagi jam 6 : 30 dari terminal mojokerto dan pas jam 08 : 15 saya sudah sampai Nganjuk. Bertempat di alun – alun kota nganjuk peserta maxi journi berkumpul.

Setelah semua peserta mengumpul sekitar pukul 09 : 30, maka tak menunggu lama lagi kami berombongan menjalani rutinitas awal sebelum touring yaitu berdoa bersama agar semua perjalanan lancar dan zero acident. Kemudian sebelum meninggalkan alun alun nganjuk tak lupa kami berfoto bersama untuk mengabadikan momen yang baik ini.

Tujuan pertama kami adalah wisata air terjun roro kuning yang terletak di kabupaten nganjuk dengan mayoritas jalan yang dilalui beragam dan banyak berlubangnya. Kami berombongan mayoritas menggunahkan Yamaha Lexi 125 motor terbaru dari yamaha dengan meain 125 cc yang sudah dilengkapi variable valve actuation. Kemudian motor ini juga sudah dilengkapi dengan charger dan juga kunci keyless (untuk type S). Kemudian urutan kedua adslah Yamaha Aerox 155, Yamaha N max, Yamaha X Max 250 dan ada juga yang menggunahkan MT09. Jiannn maxi banget auranya maz bro. Saya kebetulan waktu itu mendapat unit Yamaha Lexi type S. Dengan route dari alun alun nganjuk kemudian lewat jalan yang berliku dan juga banyak bebatuan yang random banget. Yamaha lexi yang saya gunahkan tidak sedikitpun kedodoran mengimbangi captain yang menggunahkan Yamaha N max 155. Menghajar jalan yang banyak batu sesrawutan dijalan bukan menjadi kendala, jok yang empuk serta setang kemudi yang lebar menjadikan saya mudah bermanufer dan juga pantat tidak ngilu saat duduk di jok lexi dalam jangka panjang.

Kami rombongan sampai di air terjun roro kuning tepat pada pukul 11 : 30 jadi total perjalanan mencapai 2 jam. Kami lanjutkan dengan menikmayi udara sejuk air terjun roro kuning dan juga mengabadikan momen disana bersama teman teman peserta touring dan juga blogger.

Setelah puas beristirahat dan berfoto disana maka kami lanjutkan tujuan berikutnya yaitu mengisi energi aka makan di tempat makan yang berada di Tulungagung. Nuansa kuno dan juga warung berada dibawah hutan sengon menjadikan siang itu kita terbawa suasana jaman dolo yang ngangeni. Namanya waroeng jadoel winna Joglo. Properti yang digunahkan seperti rumah mbah saya jaman dulu. Sangat kerasa nuansa jaman 80 – 90 an.. bahkan di toiletnya untuk menampung air kan biasanya kita menggunahkan shower. Nah disini masih pakai jamban dari tanah liat itu maz bro.. musik yang diputar saat kami makan siangpun bernuansa jadul, sinden dan itu sangat enak dan nyaman…

Setelah kami makan siang dan kemudian dilanjutkan sholat dluhur… Maka kami lanjutkan petualangan ini ke wisata rumah hobbit yang terletak tidak jauh dari rumah makan ini. Sekitar 15 menit perjalanan sudsh sampai. Disana kita disuguhkan dengan properti yang gunanya untuk berfoto ria yang isntagramanbel. Yah tau lah generasi melenial gak plong kalau gak ngampirin tempat yang instagramable.

Kami disini sampai pukul 3 sore dan kami lanjutkan dengan sholat ashar. Setelah peserta sholat dmaka kami bersiap untuk perjalanan yang lebih menantang lagi. Yaitu dari tulungagung ke wisata pantai prigi yang terletak di ujung kidul kabupaten trenggalek. Perjalanan yang didominasi dengan trafik sangat padat jalur selatan ditambah jalanan yang naik turu dan berkelok ternyata tak membuat Yamaha Lexi 125 yang saya kendarai kedodoran dalam mengimbangi kecepatan rombongan yang sebagian menggunahkan motor Yamaha maxi akutik dengan kubikasi lebih besar, seperti N max dan Aerox. Torsi berlimpah dan handling nurut menjadikan perjalanan dari trenggalek kota ke arah pantai prigi tudak terasa lama dan capek. Posisi pijakan kaki juga bisa sedikit selonjoran karena dek tengah Yamaha Lexi didesig lebar dan ada lekukan yang sangat membantu saya pada saat perjalanan jauh seperti ini. Bisa ada dua pilihan pijakan kaki menjadikan kalau capek posisi nekuk, bisa di semi selonjorkan… Thats ini sentuhan kecil namun sangat berkesan untuk saya pribadi dalam menggunahkan yamaha Lexi.

Saya sempat berbincang dengan peserta yang merupakan pengguna yamaha aerox dan kita merasakan hal yang sama mengenai engine brake yamaha lexi ini dalam menerjang jalan turunan seperti arah dari trenggalek ke arah pantai prigi. Jalanan yang mayoritas berkelok, naik dan turun rasa engine brakenya terasa sekali. Tidak nyelonong dan masih ada rasa bahwa transmisi meticnya apabila digunahkan jalan turunan engine brakenya terasa menggigit jadi effort rem depan dan belakang bisa lebih ringan. Sooo ini jiga sentuhan yang kecil tapi sangat bagus untuk kami yang tidak hanya ingin menggunahkan motor ini untuk dalam kota , tapi juga untuk touring tipis tipis digunung dan pantai.

Soooo… Tepat pada pukul 05 : 15 sore kami rombongan sampai ke tujuan akhir hari sabtu ini, yaitu pantai prigi Trenggalek dengan tanpa ada crash diantara peserta maxi yamaha journey. Malam ini peserta bermalam di hotel dekat pantai dan juga jam 8 : 00 malam ini kita ada BBQ party dan juga hiburan live music.. asiiikkkk..

Advertisements

One thought on “Cerita Maxi Yamaha Journey Hari Pertama, Dari Air Terjun Nganjuk Ke Wisata Pantai Prigi Trenggalek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s