Blog Membahas Kekurangan atau Kerusakan Motor, Antara Reminder vs Black Campaign Dilihat dari Konteks yang Lebih Luas

banner

4e2a5e1a-ae62-457e-b020-0b4f7b721b88

munivmotoblog – Dalam prinsip dan juga keilmuan yang saya pelajari memang tidak menganjurkan kita untuk melakukan generalisasi sebuah masalah ataupun pekerjaan. Semua harus dianalisa sedetail mungkin sehingga menghasilkan sebuah karya yang bagus. Seperti halnya dalam kesempatan ini saya juga akan sedikit membahas, apakah blog dalam artian blog motor menulis artikel tentang kelemahan dan kekurangan produk merupakan sebuah kampanye hitam (blac campaign) atau bisa diartikan sebuah reminder (mengingatkan) dalam konteks yang lebih luas lagi. Yuk di weekend yang cerah ini kita mulai lihat semuanya dalam sudut pandang yang berbeda.

Pertama sebelum kita menganjak ke topik pendektan secara makna dan juga implementasinya. Saya perlu menjelaskan beberapa pengertian mengenai black campaign secara arti. Blackcampaign adalah suatu model atau perilaku atau cara berkampanye yang dilakukan dengan menghina, memfitnah, mengadu domba, menghasut atau menyebarkan berita bohong terhadap suatu obyek (bisa orang dalam hal pemilihan pemimpin bisa juga produk dalam hal pemasaran), yang dimana dalam penyampaian black campaign ini dilakukan secara massive oleh orang ataupun kelompok dengan tujuan menjatuhkan kredibilitas atau brand image sebuah produk.

Secara makna yang lebih luas lagi black campaign merupakan berita atau sebuah kampanye yang secara pekerjaanya terorganisir antara satu orang dengan orang lainya. Kemudian menjadikanya senjata untuk menyerang lawanya. Namun ketika yang mengalami kerusakan dan juga yang melakukan pulish bukan merupakan sebuah kesatuan grombolan itu. Apakah artikel bisa disebut black campaign? Jawanya tidak… Diamana konteks yang lebih luas yang disebut kampanye hitam adalah mereka yang sengaja melakukan penghinaan sebiuah produk. Menghina adalah melakukan umpatan yang bersifat massive dan kalau produk motor dihina contoh motormu jelek (tanpa alasan yang jelas). Kemudian kedua ada unsur memfitnah atau sering kita sebut sebagai memberitakan informasi palsu… Namun kealah mengangkat topik yang sedang dialami oleh konsumen motor kemudian menjadikanya sebuah artikel. Kejadian bukanlah diada ada. Malah justru mereka sangat terbantu dengan ini karena dengan harapan kasus issue kualitas pada motornya segera terselesaikan oleh pabrik yang memproduksi.

download

Lanjut konteks lainya adalah apakah keluhan konsumen kemudian dijadikan sebuah artikel merupakan agenda black campaign? Sebuah fakta yang beredar adalah ketika sampean melihat blog- blog beberapa waktu yang lalu. Melakukan review yang apa adanya dengan menjabarkan plus dan minus sebuah motor yang sedang di review merupakan sebuah hal yang biasa. Ketika blogger juga mengutip kelemahan produk yang diarasa memang ia rasakan ketika melakukan test ride atau review itu adalah hal yang lumrah. Mengangkat keluhan konsumen yang benar ada dan fakta dilapangan mengenai kerusakan sebuah produk, maka dianggap wajar. Namun paradigma seperti itu sekarang diartikan sebuah Black Campaign… Ya sepertinya konteks Black Campaign sekarang secara artian sudahlah sangat keluar dari makna yang sebenarnya. Kenapa demikian? Karena bagi sebagian orang tidaklah mudah untuk menganalisa dan memilah antara Black Campaign atau reminder…

 

Reminder itu apaan seh om?

Dalam konteks yang umum reminder adalah sebuah proses peringatan kepada orang ataupun kelompok terhadap aktifitas yang dilakukanya. Peringatan ini biasanya diberikan lantaran sebuah aktifitas ada beresiko melanggar peraturan dan untuk sebuah perusahaan motor adalah bahwa produknya sering terjadi problem setelah dipakai oleh penggunanya. Yang dimana pada era digitalisasi ini reminder banyak sekali implementasinya. Bagi orang seperti saya yang merupakan penulis artikel maka reminder yang bisa saya lakukan adalah dengan membuat tulisan di blog milik saya sendiri. Sehingga dengan harapan pesan dan kritik yang disertai solusi akan cepat sampai kepada bagian yang bersangutan. Kemudian bagi konten kreator lainya yang bergelut dibidang video maka reminder yang bisa ia lakukanya adalah dengan membuat video kemudian mengupload video tersebut ke youtube atau platform video social lainya, dengan tujuan yang sama juga, agar pesan yang ia muat dalam video dapat tersampaiakan dengan baik kepada yang bersangkutan. Nah yang terakhir ini merupakan netizen yang tidak memiliki blog dan juga channel youtube biasanya mereka melakukan keluhan dan reminder ke social media yang ia miliki baik berupa postingan foto dengan juga kronologisnya maupun video pendek. Ketiga aktivitas reminder di era keterbukaan informasi saat ini bukanlah sesusatu yang salah. Bagi yang menganggap reminder adalah sebuah black campaign… Maka sejujurnya ia sendri yang melakukan black campaign karena ketidak tahuanya dalam sebuah telaah kejadian.

fb_img_15149959493981968974133.jpg

Kenapa gak reminder ke customer care? ko malah diupload di social media? Ada dua kemungkinan yang bisa terjadi. Pertama konsumen yang sedang mengalami masalah sama motor nya seperti ngebul, rangka patah, konstir sering longgar, maupun masalah – masalah lainya tidak tau bagaimana caranya mengadukan keluhan ke custommer care. Sehingga dengan adanya media social ia lebih lega dengan harapan ada solusi yang akan diberikan teman – temanya ataupun informasi diangkat dalam sebuah blog yang bisa direct langsung ke pabrikan yang bersangkuan. Kemungkinan yang kedua adalah custommer ini sudah melakukan komplain ke bengkel resmi atas kerusakan motor yang dialaminya namun tidak segera mendapatkan kepastian akan kondisi motornya. Kemudian yang terakhir adalah case kecelakaan yang mengakibatkan sebuah insiden yang diluar batas nalar. Diluar batas nalar itu apa? ya kecelakaan yang hanya berbenturan tidak begitu berat kemudian rangka patah, konstir patah dan juga problem lainya yang menjadikan pemilik motor sendiri merasa aneh. Kemungkina – kemungkinan ini sangatlah bisa terjadi diera saat ini. Jadi ketika ini dikatakan hoax ya yang mengatakan sendiri hatinya sudah tertutup oleh judgment sebuah informasi yang salah.

Last dari beberapa konteks pembahsan diatas sebenarnya antara Black Campaign vs reminder itu sangat jelas sekat sekat pemisahnya. Jelas juga konteks kasusnya… Sehingga dalam case yang juga melibatkan konsumen kemudian dilakukan publikasi di media ya semata – mata karena ingin memberitahukan kepihak produsen. Ini loh produkmu ada yang cacat… silahkan untuk ditelusuri kasusnya… Ya sama seperti ketika kita sedang driding atau driver ada komponen mesin yang fungsinya untuk mengerakan roda yang bisa kita injak sedalam – dalamnya untuk menggapai top speed yang bisa diberikan. Namun jangan abaikan fungsi braking… yang berfungsi untuk mengimbangi kecepatan mesin itu sendiri.

social-media-696x423

Industry itu ibarat mesin konsumen dan media itu ibarat traction control dan brakingnya. Kalau keduanya ini tidak saling melengkapi. Maka akan banyak sekali rambu rambu yang akan ditabrak karena tidak ada yang control. So.. masih mau bilang bahwa melakukan review dan menginformasikan kelebihan, kelemahan dan kerusakan produk itu merupakan sebuah aktifitas BC? Think again… 😀

Kita akan sangat mundur 40 tahun yang lalu ketika kebebasan berekspresi yang tidak menerobos issue ras, suku dan agama dilabeli Black Campaign… Prilaku ini seperti Pembungkaman kebebasan mendapatkan informasi diera modern…

Okay sampai disini dulu bahasan mengenai konten yang berisikan antara Black Campaign atau reminder dikesempatan ini. Jika sampean suka dengan artikel ini jangan lupa like di tombol bawah dan apabila sampean ada opini dan juga pandangan lain mengenai artikel ini, silahkan tulis dikolom komentar ya… Okay happy weekend saya juga mau siap – siap buat berendam air panas. BTW (artikel ini saya tulis sembari menunggu istri sedang make up)… bayangin…. suwweee pollll 😀

 

Advertisements

18 thoughts on “Blog Membahas Kekurangan atau Kerusakan Motor, Antara Reminder vs Black Campaign Dilihat dari Konteks yang Lebih Luas

  1. Verza Surabaya

    Dulu saya sebagai pembaca paham mana blog yg isinya BC dan yg tidak, krn gini kang…misal ada suatu blog membahas tentang kekurangan sebuah produk yg menjadi viral di media massa atau skrg medsos, pasti saya bacanya sesaat saja.

    Nah saya menilai blog ini BC atau gak itu saya lihat dari 5W + 1H…

    Kejadiannya apa
    Kapan kejadiannya
    Siapa yg terlibat
    Dimana tepatnya lokasinya
    Mengapa bisa terjadi kejadian itu

    Bagaimana mengatasinya

    Nah Blog BC biasanya berisi hanya

    Kejadiannya apa
    Kapan kejadiannya
    Dimana kejadiannya

    Berbeda dengan review yg meski menampilkan masalah namun masalah tersebut dijelaskan mengapa menjadi masalah

    Mohon maaf kalo agak ribet menjelaskan

    Like

    Reply
  2. Rikimaru

    dengan tulisan2 sejenis ini, bisa berpotensi membuat blog ente dan ente sendiri bakal dibully dan dinyinyirin sama orang lain masbro, yang terafiliasi dengan pabrikan yg mereka bela, karena bagaimanapun juga, kalau ada seorang dua orang yang melawan arus, sudah pasti orang tersebut akan menjadi target sasarannya, karena eksistensinya berpotensi mengganggu dan mengancam kepentingan dari pihak yang tidak setuju/tidak terima, hehehe…. klo menurut ane lanjutkan terus mas bro hal lawan arus iniX)

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s