Mensikapi Perokok Beserta Anak dan Istrinya yang Diturunkan Paksa Dari Kereta Api….

Munivmotoblog – merokok dalam kereta dan kemudian oleh polisi khusus kereta sang bapak (perokok) beserta anak dan istrinya diturunkan paksa di pemberhentian stasiun berikutnya? Kasus yang melibatkan antara kepatuhan dan sangsi bagi pelanggaran yang disengaa. Namun apakah menurunkan anak dan istrinya juga dibenarkan? Yuk simak penjelasanya dalam artikel berikut ini sob. 

Informasi yang menjadikan bahan perbincangan ini lantas menggugah saya untuk membeikan tanggapan sesuai dengan kapasitas dan pemikiran saya. Jadi dalam artikel ini bukanlah sebuah analisa njelimet namun bagaimana reaksi saya terhadap kejadian diatas. Reakai yang berdasar tentunya, bukan ngawur. Hehehe

Baca juga :

Untuk raw beritanya.. saya ambil dari jawapoa.com tanpa adanya proses penambahan atau pengurangan isi berita.

Akibat tertangkap tangan merokok didalam toilet kereta api Prambanan Ekspres (Prameks) tujuan stasiun Kutoarjo Solobalapan seorang pria beserta istri dan anak balitanya diturunkan paksa di Stasiun Rewulu Bantul Yogyakarta, Jumat (4/8/2017).Pria berjaket hitam tersebut tertangkap tangan oleh dua orang polisi khusus kereta api (Polsuska) saat tercium bau asap rokok dari dalam toilet.Ketiga orang tersebut diantaranya pelaku dan dua orang polisi kereta terlihat negosiasi didepan toilet diantara perpisahan antar gerbong kereta api Prambanan Ekspres (Prameks).Pria yang naik dari stasiun Kutoarjo bersama sang istri dan anak balitanya tersebut terlihat dari jendela pindu pembatas menyodorkan data diri termasuk KTP dan beberapa kartu lain.“Dia merokok didalam kereta, aturanya no smoking didalam kereta, terpaksa kita turunkan paksa,” kata Arifin salah satu polisi khusus kereta api (Polsuska)Arifin yang tak mau memberikan data pelaku tersebut hanya memberikan penjelasan terkait aturan didalam kereta. “Aturan didalam keretakan sudah jelas bahwa tidak boleh merokok didalam gerbong kereta, siapapun itu tetap kita turunkan paksa,” katanya bersama Polsuska lainya.Selang beberapa menit kereta api Prambana Ekspres (Prameks) berhenti distasiun Rewulu (RWL) yang berada di Argomulyo, Sedayu, Bantul, Yogyakarta.Stasiun kelas III yang berjarak 8 Km dari Stasiun Patukan tersebut benar pasangan pasturi dengan satu orang anak balita tersebut diturunkan diari pintu sebelah kiri kereta.Proses penurunan paksa yang tak ada tangga naik tersebut pelaku harus melompat dari pintu kereta yang selanjutnya membopong anaknya dari atas kereta

Banyak yang beranggapan bahwa polisi khusus kereta ini tidak memiliki rasa toletansi terhadap perokok. Ada juga yang beranggapan bahwa harusnya didalam kereta kudu ada smooking room untuk memfasilitasi perokok. Ada juga yang berpendapat bahwa kasian anaknya. Dari berbagai pemdapat itu semuanya tidaklah salah, dan itu merupakan sebuah reaksi orang terhadap sebuah kasus. Namun bagi saya obyek hukum dari yang melanggar (rokok didalam kereta) adalah sang suami. Jadi ketika dalam proses penurunan paksa harusnya yang menjadi obyek polisi kereta dalam penurunan hanya suami saja. Karena pelanggaran dilakukan sendiri tanpa melibatkan sang istri maupun sang anak.

Secara hukum merokok memang sudah diatur dan tidak sembarangan kita bisa merokok. Salah satunya adalah pelarangan merokok di tempat berobat (klinik, rumah sakit dan dokter), tempat bermain anak, angkutan umum dll. Semuanya diatur dalam peraturan daerah. Dan dalam penerapan aturan tersebut pemerintah daerah bekerjasama dengan dinas terkait berupaya mensosialisasikanya dalam bentuk pemasangan poster, baleho atau limflet tulisan dilarang merokok.. salah satu perda itu ada di Depok. Kalau di kota atau daerah lain saya kurang tau.. oh iya kalo dari mas bro sekalian ada yang tau tentang perda larangan merokok ditempat sampean bisa juga share komentarnya dikolom komentar yak 😀

So.. yang pasti di angkutan umum seperti bus AC , kereta AC dan pesawat memang ketiga moda transportasi umum ini melarang kita untuk merokok didalam (selama masa perjalanan). Ketika peraturan itu dilanggar, maka pasti akan mendapatkan sanksi dari pengelola moda transportasi tersebut. Nah untuk kasus kereta diatas, penumpang sditurunkan paksa di stasiun pemberhentian terdekat. Hal ini aekarang menjadi viral karena ia membawa anak dan istri. Saya menulis ini juga karena anak dan istrinya yang kenapa harus menanggung sanksi dari perbuatan suami yang merokok sembarangan.

Secara peraturan sebanrnya didsaam kereta boleh merokok, tapi disaat kereta berhenti ada waktu sekirat 3 – 4 menit di stasiun yang disana juga diberikan fasikitas smooking room (area bebas merokok). Jadi secara fasilitas pengelola dalam hal ini KAI juga sudah sangat baik dalam memfasilitasi ahli hisab (alias perokok). Kenapa ia sampai diturunkan? Ya karena ada pelanggaran yang krusial. Ia merokok dalam ruangan kereta yang ber AC. Akibat yang langsung kerasa adalah ruangan didalam gerbong kereta akan penuh sesak dengan bau asap rokok yang bisaorang ini hisap dan terdampak perokok pasive. Jadi langkah untuk menurunkan paksa bagi siapa saja yang dengan sengaja merokok didalam angkutan umum ber AC sudah sangat tegas dan saya bisa bilang good job. Karena jangan sampai dengan kesalahan orang satu kemudian satu gerbong kereta menerima bau yang tidak sedap dari asap rokok itu. Apalagi si pelaku membawa balita beserta istrinya… Ini mah orangnya aja yang nekad dan katrok….

Namun dalam artikel ini saya menggaris bawahi, apabila dalam klausul diatas pelaku membawa anak dan isri harusnya secara peraturan daerah atau kebijakan KAI hanya suaminya saja yang boleh diturunkan. Anak dan istrinya biarkan untuk melanjutkan perjalanan. Karena pada dasarnya pelaku pelanggaran adalah suami dan sanksi tersebut tidak bisa diwariskan kepada anak dan istrinya. Ini secara pandangan hukum harusnya yang suami saja yang turun. Kecuali memang polisi KAI sudah menyuruh suami turun dari kereta namun istri dan anak boleh lanjutkan perjalanan, namun sang istri mau ikut suaminya saja karena belum tau arah atau tidak bawa bekal uang itu haknya istri. Jadi prosedurnya harus dijelaskan juga yang diturunkan paksa suaminya saja atau beserta istri dan anaknya juga? Kalo iya… Polisi KAI sudah melanggar juga dalam hal obyek sanksi…

Last, memang di era yang sudah sedemikian maju dan berkembang pesat kita sebagai ahli hisap juga harus memerhatikan ruangan sekitar. Jangan mentang2 HAM boleh ngerokok, sampean dimana saja anda merokok. Yang tidak merokok juga boleh mendapatkan udara bersih juga itu juga dilindungi undang2. Bahkan saya punya cerita ketika saya sedang berada di Singapura selama seminggu disana area smooking room hanya diberikan di samping jalan beserta tong – tong sampah.. wuih gak enak poll.. kemudian saya pas nginep di International Hotel Singapore dibelakang pintu hotel bertuliskan merokok didalam kamar hotel dan ruangan hotel yang bukan untuk merokok kena denda 200 SGD dan biaya cleaning 2000 SGD.. kalo ditotal semuanya bisa habis 20 jutaan . Nah kalo di Indonesia hanya diturunkan, ya itu karena sampean melanggar peraturan kang….

So….. Merokoklah dengan cerdas. Perokok sejati adalah bukan dari seberapa mahal rokok yang dibeli dan seberapa banyak ia habiakan dalam sehari, namun seberapa peduli ia dengan lingkungan sekitarnya ketika ia hendak merokok… Jian mantep kang..

Baca juga artikel terkait lainya sob:

Postingan menarik lainya sob :

Contact :
Motorcycle Blog : http://www.munivmotoblog.com
Enternainment Blog : http://www.nendangbanget.net
Secondary Blog : http://www.sobatrodadua.com
facebook : http://www.facebook.com/bionivike
Twitter : @munivikoko
Email : munivikoko@gmail.com
WatsApp : 085648273557 – 081335850234
PIN : D5D7E64F

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

9 thoughts on “Mensikapi Perokok Beserta Anak dan Istrinya yang Diturunkan Paksa Dari Kereta Api….

  1. OcepkaseP

    Sebenarnya yg diturunkan cuma pelakunya saja, cuma karena mereka suami istri jadi istri & anaknya ngikut turun karena mereka satu tujuan.

    Like

    Reply
  2. nganungini

    klo istri dan anak ikut diturunkan biar si suami mikir gara2 dia keluarga ikut menanggung derita…ceile bahasanya…

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s